Jelada Jiwa

Kurangkai lorong-lorong buta berkepanjangan,

batu-batu tajam mengoyaki diri dengan sangat-pedih.

Tapi …..

redup sekuntum bunga yang bersemi di pinggiran kota,

merona yang menyebar harum di rangkaian benang sari- engkau dan aku!.

Kau temui aku di lorong ini,

berbagi kasih dan air mata .

Keharuan yang mengelana di dalam hatimu…..

Kala senyummu bermain manis,

kurasa seperti sepantun musik seni yang menggema!;

nada demi nada yang membawaku berjelajah jauh kelubuk jiwamu.

Detik-detik hatimu kusemak mesra,

dada mu kembang kempis karena rasa yang membara terang di hatiku- membawaku ke pantai cintamu.

Ada janji di sudut hatiku-.

Ku kan tetap mencintaimu-

di mana engkau pijakkan tumitmu,

disitulah kan ku bangun tugu peringatan hatiku.

tapi kisah apa yang tersembunyi di tempat itu-

kau tunjukkan, dan kau biarkan aku mimpi dalam dekapanmu!.

tanpa kau tahu bahwa hari itu adalah hari terakhir kita…..

Buat dia yang ku kenang……..”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s