Bagaimana Strategi menjual SISIR ke para Biksu yang Gundul alias Botak ?

 

Sebelum dijelaskan strategi trik dan tips untuk bisa menjual sisir ke para biksu, terlebih dulu marilah kita coba untuk merenungkan dan menjawab pertanyaan sederhana ini.

 

Pertanyaanya adalah Jika perusahaan dimana anda bekerja, adalah sebuah perusahaan pembuat  SISIR, dan anda diberi tugas untuk menjual sisir pada para biksu di wihara (yang semua kepalanya gundul) 

Bisakah anda melakukannya? Apa jawaban anda ?

 

  1. Tidak mungkin, itu mustahil 
  2. Ini ide Gila, mana bisa jual sisir ke orang gundul
  3. Aku akan sekali mencoba untuk melaksanakan instruksi bos saya 
  4. Baiklah, saya akan coba 
  5. Ya, saya pikir bisa menjualnya (5 buah, 10 buah, 50 buah atau lebih, sebutkanlah jumlahnya)

Pilih satu jawaban dan baca tulisan di bawah untuk melihat, Apakah anda termasuk orang yang berjiwa sukses atau tidak ?. 

Jadi ceritanya seperti ini :

Ada sebuah perusahaan “PT.Pembuat Sisir,Tbk” yang ingin mengembangkan bisnisnya, sehingga management ingin merekrut seorang sales manager yang baru. Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan, jika ditotal jumlahnya hampir lima ratus orang hanya dalam beberapa hari.

 

Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir.

Tugasnya adalah : Menjual sisir pada para biksu di wihara.

Setelah melakukan test interview yang panjang dan ketat, Hanya ada 3 calon tersisa yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini. Ketiga orang tersebut adalah Pak,Senin dari Solo, Pak Rebo dari Batak dan terakhir Pak Kamis

dari Surabaya.

Setelah semuanya siap beraksi dilapangan CEO PT.Pembuat Sisir,Tbk memberi tugas :  Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu.”

Pak CEO PT.Pembuat Sisir,Tbk berpesan dan mewanti wanti : pokoknya saya tidak mau tau gimana caranya dan strateginya untuk menjual produk sisir kita ke para Biksu di Vihara, yang jelas anda harus

tetep menjaga nama baik perusahaan ini.

Bagi yang berhasil menjual sampai 999 buah atau pcs  akan saya angkat langsung menjadi Wakil Direktur bukan lagi Manager di PT.Pembuat Sisir,Tbk.

(wah tawarin menarik nih gumam pak Senin begitu juga kedua temennya) 

Setelah 10 hari tepatnya hari pada hari Jum’at, mereka bertiga menghadap ke CEO perusahaanya yaitu Pak.Senin,Pak Rebo dan Pak Kamis, memberikan laporan.

 

Sang CEO bertanya pada Pak Senin : “Berapa banyak yang sudah anda jual?”

Pak senin menjawab: “Hanya SATU.” dengan logat alus khas solonya

Sang CEO bertanya lagi : “Bagaimana caranya anda menjual?”

Pak Senin  menjawab:

“Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya
berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda – dan dia membeli sisir itu
untuk menggaruk kepalanya yang ketombean.”

Sekarang giliran CEO PT.Pembuat sisir,Tbk bertanya pada Pak Rebo:

“Berapa banyak yang sudah anda jual?”

kemudian Pak Rebo menjawab : “SEPULUH buah.” dengan raut muka yang penuh optimis

Sang CEO bertanya lagi : “Bagaimana caranya anda menjual?” dengan logat batak yang kental pak

Pak Rebo menjawab :

“Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung sang Buddha.”

Tibalah akhirnya Sang CEO bertanya pada calon pegawai terakhir yakni Pak Kamis:

“Bagaimana dengan anda Pak Kamis?”

Pak Kamis langsung menjawab dengan gaya Boneknya khas Arek Suroboyo : Saya berhasil menjual  “SERIBU buah!” 

Sang CEO langung kaget mendengar jawaban dari si Bonek ini dan dua orang temennya yang lain
terheran-heran.

sang CEO PT.Pembuat Sisir,Tbk bertanya penuh keheranan : “Bagaimana Strategi anda bisa Melakukan hal LUAR BIASA itu?”

Pak Kamis menjawab:

“Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana. Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, ‘Sifu” kayak di film Kunfu Panda, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini.

Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.’ Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan 1,000 buah sisir!”

MORAL CERITANYA ? 


Universitas Harvard telah melakukan riset, dengan hasil :

• 85% kesuskesan itu adalah karena SIKAP dan 15% adalah karena kemampuan.
• SIKAP itu lebih penting dari kepandaian, keahlian khusus dan keberuntungan.
Dengan kata lain, pengetahuan profesional hanya menyumbang 15% dari sebuah kesuksesan seseorang dan 85% adalah pemberdayaan diri, hubungan sosial dan adaptasi. Kesuksesan dan kegagalan bergantung pada bagaimana sikap kita menghadapi masalah.

 

 

Dalai Lama biasa berkata : “Jika anda hanya punya sebuah pelayaran yang lancar dalam hidup, maka anda akan lemah. Lingkungan yang keras membantu untuk membentuk pribadi anda, sehingga anda memiliki nyali untuk menyelesaikan semua masalah.”

Anda mungkin bertanya mengapa kita selalu berpegah teguh pada harapan. Ini karena harapan adalah : hal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh – dimana pengharapan hanyalah sebuah awal. Sedangkan segala sesuatu yang tidak diharapkan …. adalah hal yang akan mengubah hidup kita.” (Meredith Grey, Grey’s Anatomy – Season 3)

 

Ingatlah, saat keadaan ekonomi baik, banyak orang jatuh bangkrut. Tapi saat keadaan ekonomi sedang kacau atau galau.com, banyak jutawan baru yang bermunculan. Jadi, dengan sepenuh hati terapkanlah SIKAP kerja yang benar 85%. Semoga sukses !”

Semoga menginspirasi kita dan menambah kepercayaan diri untuk maju dan berfikir positif.
Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s