Jangan Berbuka Sebelum Saatnya!

image

Hidup di dunia ini ibarat menjalani puasa panjang demi memperoleh kenikmatan besar ketika berbuka di akhirat sana. Ketika Allah melarang kita melakukan dosa, maka sesungguhnya Allah ingin menguji kadar kesabaran kita dalam menjalani puasa hidup ini. Mampukah kita menyempurnakan puasa kita hingga akhir hayat sehingga kita merasakan kelezatan berbuka yang tiada tara, ataukah kita termasuk orang-orang yang berbuka sebelum tiba saatnya sehingga kita menjadi orang-orang yang menyesal selamanya?

Perkara-perkara yang dilarang oleh Allah sebenarnya ibarat rasa lapar dan dahaga yang bermanfaat bagi kesehatan iman kita dan dapat mendatangkan kenikmatan abadi saat berbuka di akhirat sana. Menyegerakan berbuka sebelum tiba saatnya memang tampak menggiurkan, namun mengandung ancaman yang sangat besar.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa meminum khamr di dunia lalu ia mati sebelum bertaubat, maka ia tidak diperkenankan meminumnya di akhirat, meskipun masuk surga” (HR. Baihaqi). Allahu Akbar. Penyesalan apa lagi yang melebihi penyesalan seseorang yang diharamkan menikmati hidangan surga? Dalam hadits lain beliau bersabda, “Janganlah kalian minum dalam wadah emas dan perak dan janganlah mengenakan pakaian sutera sebab pakaian sutera itu untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia dan untuk kalian di akhirat pada hari kiamat” (Muttafaq ‘Alaihi). Itulah mengapa dalam kajian fikih terdapat sebuah kaidah yang berbunyi, “Barangsiapa terburu-buru menyegerakan sesuatu, maka ia akan diganjar dengan hukuman haram selamanya”. Na’udzubillahi Min Dzalik.

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menyaksikan orang-orang yang terburu-buru ingin meraih kenikmatan dunia dengan menempuh jalan yang diharamkan. Seseorang ingin cepat mendapatkan harta lalu mengambil harta orang lain tanpa izin atau bahkan dengan jalan kekerasan. Anak remaja ingin cepat merasakan nikmatnya berhubungan dengan lawan jenis lalu melakukan perzinaan. Orang ingin cepat mendapatkan warisan dari kedua orangtuanya lalu membunuh mereka berdua. Masih banyak lagi kejahatan-kejahatan yang dilakukan manusia karena rasa terburu-buru ingin menikmati sesuatu sebelum tiba saatnya.

Semoga kita dilindungi oleh Allah dari keinginan menyegerakan sesuatu sebelum tiba saatnya. Yakinlah bahwa kenikmatan akhirat jauh lebih nikmat daripada seluruh kenikmatan yang ada di dunia ini. Allah berfirman, “Kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.” (QS. Al Anfal: 38). Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang diharamkan dari kenikmatan surga yang tiada taranya.

Dan akhirnya, kita harus memperbanyak “puasa” di dunia ini supaya saat “berbuka” nanti terasa lebih indah dan nikmat. Wallahu A’lam Bishowab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s