Pertama

Udara pagi ini terasa sangat dingin, berembun dan sedikit berkabut mungkin karena  hari ini telah memasuki akhir tahun jadi kelihatan sangat  sejuk,mungkin itu juga penyebab aku telat ke mesjid untuk shalat subuh ,Karena dingin di tambah lagi semalaman hujan lebat ,si asep aja teman samping kamarku sampai-sampai tidak shalat subuh dan sampai sekarang aja dia masih berkemul didalam selimutnya setelah seharian dia gak pulang dan baru sekitar pukul 02.00 dini hari baru kembali ke gedung putih,

ya gedung putih adalah nama yang aku berikan kepada rumah kontrakan ku ini bersama-teman-teman yang lain, karena di cat berwarna putih dan juga dia bertingkat tiga dan berada di pinggir jalan yang lantai pertama dipakai oleh pemilik rumah ini sebagai klinik karena dia seorang dokter, kami serumah sangat bersyukur mendapati rumah ini, aku masih ingat ketika pertama kali aku menginjakkan kaki ku ini ke medan, lima hari lima malam berturut-turut aku harus menumpang dari kosan teman ke kosan yang lain dan terkatung-katung tanpa tujuan hingga pada akhirnya aku,syaif,topic,angga dan sakti, yang sekarang telah menjadi teman satu atapku di gedung putih sepakat untuk mencari rumah untuk kami tempati,itu pun dengan jerih payah yang sangat melelahkan.

rumah pertama yang kami dapati sangat menarik tapi kami kecewa ternyata rumah itu telah di pesan oleh orang aceh kami hanya beberapa menit aja terlambat ,dan setelah itu ada beberapa rumah yang menarik yang juga gagal kami temapati,ya memang hadiah dari perjuangan itu sangatlah manis dan bagi kami rumah ini adalah hadiah dari perjuangan kami yang sangat melelahkan , rumah ini berada di tempat yang sangat strategis, dan rumah ini sangat murah sekali dari rumah-rumah yang lainnya dan dekat dengan kampus.Alhamdulillah ,this my white house and I’m president in white house.

Waktu telah telah menunjukkan pukul 08.00 hari ini kami baru memasuki semester lima,dan ini adalah hari terakhir pengurusan ku untuk pembayaran semester ini,segera ku bergegas untuk mandi,setelah itu baru aku menuju kekamar si asep yang masih terlelap dalam mimpinya,segera ku tarik selimut yang membalutnya,

Oy…!!! sep bangun!!!! dah jam setengah sembilan neh, jadi nggak kita ke kampus buat ngurus???

Seketika itu tubuhnya mengeliat-geliat seperti ulat bulu yang disulut api dan duduk dengan mata yang masih mengantuk dan masih tampak bekas iler yang menempel di pipinya ,

Dah mandi kau nuk??

Dengan logat jawa medannya yang masih kental,

Udah cpetan sana mandi ane tungguin ntar bareng kita brangkat!!

Ya kau tungguin bentar aku mau mandi!

Yadah sana cpetan,ane tunggu!!!

sambil mengocek-ngocek matanya segera ia bangkit dan menuju kamar mandi. .

memang ada-ada aja tingkah teman ku yang satu ini, kamarnya yang bersebelahan dengan kamar ku ini dilantai tiga gedung putih ini dia lebih suka keluyuran entah kemana bersama teman-teman yang lain ketimbang harus berdiam diri di gedung putih dialah teman ku yang selalu nyantai dalam hal apapun, sebenarnya nama aslinya adalah agus syaifuddin tapi diperkenalan pertama kali dia lebih suka dipanggil syaif dan tidak mau dipanggil agus atau udin karena sangat berbau jawa, yang sebetulnya dia juga orang jawa Lamongan,  tapi lama kelamaan  kami memanggilnya dengan sebutan asep, itu yang membuat diriku terpingkal-pingkal kalau mengingatnya. Memang aneh gak mau berbau jawa malah larinya ke Sunda aKang Asep (hahaha)

dan setelah itu aku langsung menuju kelantai bawah tuk membangunkan temanku yang kamarnya dilantai dua yang tepat kamarnya berada di bawah kamarku di gedung putih, ya sakti Dasopang pewaris tahta perusaaan Dasopang Group yang bergerak dibidang  tanaman seperti bunga bangke, bunga desa, dan bunga ctra lestari, Sakti ini yang lebih parah lagi, aku hanya melihat dia ke kamar mandi untuk buang air kecil dan besar, apakah dia pernah mandi, hanya Allah yang tahu,, dia juga satu jurusan dan satu semester denganku Cuma bedanya aku lebih ganteng dari pada dia setidakny itu kata Ibu ku di rumah, dikamar bawah terdapat dua kamar yang cukup besar yang hanya di tempati dua orang dalam satu kamar, memang aku sangat jijik harus membangunkan sakti di pagi hari selain alasan-alasan yang ku kemukakan di atas hampir setiap pagi aku menjadi saksi bisu sakti tidur berpelukan dengan Topik yang juga teman ku tapi kami beda jurusan beda fakultas dan beda (dunia). Aku melihat sakti dan Topik bertelanjang dada berpelukan sambil berangkulan dan membuatku tak kuat berlama-lama membangunkan mereka, aku segera secepat kilat ke belakang untuk boker.. selain Sakti dan Topik memang juga ada kakak kelas tingkatku yang masih terbuai oleh mimpi-mimpinya, namanya Angga, si Angga ini asli dari Serang Banten, kalo biasanya kami cemilannya kacang goreng, si Angga cemilannya beling, dia kalo kerokan aja pake celurit, entahlah aku tak tahu apakah mereka tadi Shalat Shubuh atau tidak aku tidak tahu kerena akupun juga terlambat bangunnya.dikamar bawah ini adalah kamar yang ku sebut kopi O (Komunitas Playboy Sejati,O nya gak tau deh apaan artinya)tepat dugaanku dia juga masih terlelap dalam mimpi indahnya, dan dia pun lain lagi ceritanya ,sifat dan kebiasaan temanku yang satu ini yang memang terkenal dengan sebutan playboy sejati, bagaimana tidak pacar-pacarnya yang tersebar diseluruh wilayah strategis di kota medan menjadikannya playboy ulung yang ditakuti dan disegani para koleganya bahkan pacarnya pun telah merambah ke luar kota seperti jambi dan sekitarnya dan akan sebentar lagi go Internasional  adalah bukti ketangguhannya dalam menaklukan dunia perwanitaan(Hallah),

dengan wajah yang merona dan langkah yang mantap,dan tentu saja dengan penampilan ala anak kampus pastinya, walaupun terkesan sedikit norak sih tapi pede abis, bagaimana tidak si asep yang hanya memakai celana goyang warna coklat yang sudah ditambal bagian pantat belakangnya karena robek kena paku dipadu dengan kemeja putih yang telah menguning yang baru aja tadi malam menjadi baju tidurnya plus sepatu putih kusam yang telah menganga bagian depannya yang menjadikannya layaknya seperti playboy gembel yang patut dikasihani,sedangkan aku yang memakai celana levis gombrong tahun 80an warisan dari Ayah Ku dipadu dengan baju koko lengan pendek berwarna hijau daun yang kuambil lagi dari ember tempat baju-baju siap direndam untuk dicuci,karena baju itu  telah tiga minggu tidak dicuci, plus sepatu kulit jengger hitam yang sudah tak ada tapaknya, namun itu semua tetap menjadikan kami over confidence, meskipun puluhan orang melihat jijik kepada kami, pandangan mereka menggambarkan seperti melihat bangkai tikus yang di buang kejalan.

kami langsung menuju ke kampus IAIN yang terletak di jalan Willem Iskandar pancing Medan, orang-orang menamai pancing ini sebagai Medan coret, untuk kepusat kota di butuhkan waktu rata-rata hamper dua puluh menit, baik itu terminal amplas, lapangan merdeka, istana maimoon atau landmark kota yang lainnya, namun itu yang menjadi spsial di daerah pancing ini tak heran jika pancing di sebut jalan pendidikan, perjalanan menuju kampus hanya sekitar lima menit jika ditempuh dengan angkot dan uniknya di daerah ini ada empat kampus yang saling bertetangga dengan yang lainnya dan salah satunya adalah lain mungkin jadi daerah ini biasa di sebut jalan pendidikan. Seperti kampus UNIMED(Universitas Negeri Medan), UMA(Universitas Medan Area), dan Universitas Amir Hamzah. Sesampainya kami di kampus Aku dan Asep segera bergegas ke ruang administrasi dan ternyata disana telah  berkumpul banyak sekali mahasiswa mahasiswa yang ingin melakukan pembayaran semester ini dan tentu saja para petugas administrasi terlihat sangat sibuk melayani mahasiswa-mahasiswa yang terdiri dari berbagai jurusan dan fakultas se iain itu.

Sekitar pukul 11.30 baru kami selesai berjibaku dengan antrian panjang yang sangat melelahkan di ruangan administrasi itu,  si asep langsung mengajakku kekantin samping kampus, karena kami memang belum sarapan pagi, dan dikantin memang aku telah menduga si fajlur salah seorang teman dekat ku berada di sana dan memang dugaan ku benar, memang fajlur sangat sering nongkrong dikantin kampus, saking seringnya nongkrong dikantin kami menyebutnya pegawai kantin, dan tampak di sana beberapa orang temanku  seperti win,pandi dan danu yang mereka semua adalah teman satu kelas ku yang sedang bergurau pedas sebagai menu harian kami di kantin itu.

Eh nuk ,Gimana tadi  udah selesai urusan pembayaran kau semester ini???

Kepulan asap rokok si fajlur seolah menyambut kedatangan kami berdua,

Udah ne baru balik dari biro untuk bayar!!

Ujar ku sambil mengunyah  tempe goreng yang telah tersedia di atas meja yang memang telah dihidangkan untuk para pengunjung di kantin .

Oya emang kapan aktif masuk jlur???

Lanjutuku sambil mengunyah tempe goreng untuk ketiga kalinya,

Aku pun gak tau nanti kita Tanya aja ke kajur kapan mulai aktif lagi kuliah.

Ujar pria yang telah membiru bibirnya ini dan menguning giginya karena keseringan mengisap rokok, memang kalau dilihat dari wajah pria yang memang sangat tak berseri mungkin karena keseringan mengisap rokok jadi raut wajahnya menjadi kusam dan tidak bercahaya. Tapi jangan salah Pajlur ini adalah temanku yang paling baik. Dia asli dari Melayu Deli, sangat ceria meski tampang najis tralala. Kedekatan kami bisa di bilang seperti Ayah dan Anak karena saya sering minta jajan kepadanya.

Tubi kontiniyu…

Polo mi ay polo yu polo poloan kita

@putraadventure

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s