Islam Agamaku..Muhammadiyah Gerakanku

12004963_1156394427722059_8900222912002853971_n

kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan hidup saya di muhamadiyah.

saya terlahir dari keluarga muhammadiyah..nenek buyut saya adalah salah seorang pendiri muhammadiyah di sumatera barat
beliau bernama Hj.Nursida…yang juga merupakan salah seorang pejuang kemerdekaan di negeri ini..nenek saya bercerita bahwa
nenek buyut adalah ajudan dari Hj.Rasuna Said yang sekarang menjadi pahlawan nasional yang juga merupakan aktivis muhammadiyah
beliau wanita kuat yang demi jihad mempertahankan kemerdekaan Negeri Indonesia dari kafir belanda rela keluar masuk penjara
terakhir dalam nenek berkisah bahwa nenek buyut sempat di buang hingga ke Malaysia.apakah di dalam penjara beliau berhenti
berjihad?…tidak..bahkan semangatnya berjuang demi merdekanya negeri ini makin berkobar-kobar.meski dia tidak masuk dalam
daftar nama pahlawan nasional dinegeri ini,tidak mengapa tetapi dia tetap pahlawan di hati kami generasinya..semenjak mendengar cerita itu
saya mengazamkan dalam diri bahwa semangatnya tidak akan pernah mati meski beliau telah tiada.

dalam sejarahnya nenek saya berdakwah menyebarkan Islam melalui organisasi Muhammadiyah.beliau bersama aktivis wanita yang lain mengajar anak-anak
minang baca tulis dan berhiting dari rumah kerumah.meski dizamannya wanita keluara malam hari adalah hal yang tabu mengingat kafir belanda selalu
mengintai para wanita pribumi untuk di jadikan budak nafsu mereka.tapi itu tidak menghalangi niat nenek buyut untuk tetap berjihad melalui jalur
pendidikan muhammadiyah.mungkin saya tidak pernah bertemu beliau namun hingga kini saya merasakan semangatnya masih berkobar dihati saya.itulah sebabnya
kakek saya mendirikan Sebuah musholla tepat disamping rumah saya di kota padang, Musholla itu di beri nama Musholla Muhammadiyah Nursida

itulah yang menjadikan saya hingga saat ini menjadi bagian dari gerakan perjuangan Muhammadiyah dimanapun berada.saya terlahir dari keluarga besar
muhammadiyah, karena Musholla yang dibangun kakek saya pas di samping rumah kami di padang, yang membuat saya dan adik-adik saya menjadi belajar mendekatkan diri dengan masjid/musholla
mulai belajar menjadi seorang Muadzin musholla mengingat dana yang tidak cukup untuk membayar marbot, akhirnya saya menjadi marbot dadakan selama 10 tahun.apakah saya mendapat bayaran?..demi Allah Istana di surga
lebih saya harapkan daripada upah di dunia yang tak seberapa, justeru saya beucap syukur kepada Allah karena adanya Musholla itu saya menjadi aktif berjamaah. rajin tilawah..bahkan dari musholla kecil itu saya pernah
menjadi seorang hafiz 10 juz..apakah sekarang masih hafiz?..heeee…nanti estafet hafiznya digantiin ama anak..insya allah..urusan duniawi mmbuat hafalan saya tidak terpelihara dan menyebbkan jumud dalam beribadah
saya tersadar tentang itu semua, saya ingin kembali dimasa-masa saya di padang dulu, masalah yang paling besar pada waktu itu adalah ketakutan terbesar saya jika saya terlambat adzan shubuh karena malamnya nonton film india

setelah menamatkan MTS-MAPK di padang takdir membawa saya untuk melanjutkan studi di negeri jiran…apakah saya anak orang kaya?…hahaha…ayah saya hanya seorang tkang cuci motor dan ibu saya hanya frelance di salah satu perusahaan asuransi
lagi-lagi Muhammadiyah menyambut niat baik saya untuk melanjutkan studi dengan memberikan beasiswa studi dsana, diawali keinginan hati untuk melanjutkan studi di Univesrsitas Al-Azhar Mesir, sayangnya nilai saya waktu itu 5,4 dengan hafalan tahfiz 5 juz yang rata-rata harus hafiz min 6 juz
kecewa pasti..sedih..jelas..tapi itu harus dilewati takdir hidup pasti berjalan manis dengan sikap positif yang kita berikan kepada Allah..dinegeri orangpun saya mencoba mencari keberadaan Organisasi Muhammadiyah, namun sayang dia masih berada di ibukota negara Kuala Lumpur, sedang saya
berkuliah di Manhal Universiti di Penang.ujung dari malaysia jika kita melihat peta sejam lagi kita akan sampai di perbatasan padang basar Thailand
bla bla bla bla bla bla (dari malaysia landing di pekanbaru)………setelah hampir empat tahun vakum dari muhammadiyah karena kseibukan perkuliahan dan pekerjaan akhirnya saya kembali memantapkan diri untuk kembali aktif di muhammadiyah
singkatnya saya dan teman2 pengurus di kecamatan bukit raya yaitu PCM Bukit Raya mendapat tanah wakaf dari salah seorang dermawan untuk muhammadiyah
tanah wakaf itu kami buat sekolah di tahun 2011 dengan nama SMP Muhammadiyah 3 Bukit Raya. tentu saja perjuangan membesarkan sekolah itu hingga kini masih terseok-seok
kurangnya dana dan hutang yang bertumpuk menjadikan para pengurus memutar otak lebih keras agar sekolah ini berjalan, akhirnya di tahun 2012 disaat penerimaan siswa baru
tak seorangpun siswa yang disekolah kami dikarenakan baru dan belum memiliki izin dari diknas kota dan provinsi.apakah hal ini membuat kami patah semangat?..tentulah pasti semangat kami
naik turun dalam berjuang membangun sekolah ini, kebetulan saya anggota yang paling muda, para pengurusnya sebaya dengan kakek saya, namun itu tidak menghalangi niat saya untuk terus berjuang
dalam membangun sekolah kami ini, singkat cerita di tahun depan disaat penerimaan siswa didik baru kami mencari ide baru agar sekolah kami mendapat murid baru, akhirnya kami putuskan untuk
berkeliling dari sekolah SD yang satu ke SD yang lain untuk menawarkan sekolah kami, saya dengan bapak-bapak pengurus yang lain berkeliling menggunakan sepeda motor siang hari bolong
kesekolah-sekolah, tentu saja respon positif dan negatif yang kami dapat, tak mengapa perjuangan adalah kepahitan bagi saya.tak sepeser uang pun yang saya harap dari sekolah ini, karena saya ingin mengabdi ikhlas untuk muhammadiyah
bahkan saya sudah berazam jika ada murid yang masuk, saya tidak akan menerima honor dari upah mengajar, kalaupun dikasih saya akan kembalikan untuk pembangunan SMP kedepan, bagi saya Muhammadiyah bukanlah ladang untuk mencari rezeki,
bukankah Allah telah janjikan akan memudahkan rezeki bagi orang2 yang ikhlas dijalannya,dan di tahun ini Allah mengizinkan kami untuk memiliki 19 murid untuk kami ajar, alhamdulillah, kami telah sepakat untuk di tahun depan akan membuka
pendaftaran selokal untuk anak yatim dan piatu, dhuafa untuk bersekolah di SMP kami, tanpa di pungut biaya sepeserpun. gratisss..dengan syarat mereka juga harus mau kami sekolahkan di pondok tahfiz…duitnya dari mana?….
hahahhahaha….tenang saja..kita minta…dengan siapa?…dengan dzat yang maha kaya Allahu Robbi…jangan fikirkan tentang masalah ini, Allah kita jauh lebih besar dari masalah kita..
semoga tulisan ini menjadi refleksi bagi kader-kader muhammdiyah yang lain yang terlalu berat dalam menjalani perjuangan dakwah ini, ingat ikhwan..Muhammadiyah bukanlah sebuah madzhab, manhaj, ataupun sekte..kami adalah islam, muhammadiyah
adalah organisasi tarbiyah yang fokus untuk mendidik anak-anak bangsa ini menjadi cerdas. jangan sampai adanya clash dalam perjuangan dakwah.. Muhammadiyah mendukung apapun pergerakan yang kita jalankan, asalkan tidak bertentangan dengan Al-qur’an
dan sunnah..
Milad Muhammadiyah ke-106 08 Dzulhijjah 1436 H/ 21 September 2015 M
Dian Oka Putra
(Kader Muhammadiyah Kota Pekanbaru)

jihad dalam pendidikan menuju indonesia yang berkemajuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s