Jika Aku Gubernur Riau.. Curhat Seorang Rakyat Yang Mencoba Berandai-Andai

image

Mungkin tulisan ini hanya sebuah keluh kesah Ku akan keadaan Riau yang sangat memprihatinkan,dan sangat jauh dari aspek
Menurut cerita dari guru sejarah ku , propinsi ku adalah salah satu propinsi muslim terbesar di Indonesia, itu jelasBuktinya adalah banyaknya benda-benda peninggalan sejarah yang menunjukkan bahwa penduduk di propinsi ini sejak lama memeluk Islam dan menjadikannya sebagai sumber hukum dalam kehidupan mereka.
Jika aku Gubernur Riau……
Aku akan mengembalikan masyarakat Ku sebagai masyarakat yang religius dan punya perhatian terhadap nilai-nilai agama. Kenapa ini menjadi program utama ku? Karena Ku melihat masyarakat di propinsi Ku sudah mulai mengidap penyakit moral yang sangat akut. Masyarakat kita semakin permissive. Nilai-nilai agama semakin diabaikan. Lihatlah pergaulan muda-mudi kita. Berdua-duaan dengan lawan jenis non mahram di tempat sepi, berboncengan laki wanita tanpa diikat tali pernikahan adalah hal yang biasa-biasa saja di daerah ku. Bahkan beberapa waktu lalu ada sepasang mahasiswa dari perguruan tinggi yang kedapatan berbuat mesum di tempat kos mereka. Ini semua adalah tanda-tanda kehancuran moral. Dan kehancuran moral adalah penyebab awal keruntuhan sebuah bangsa. sehebat bagaimanapun perekonomian negara tersebut.
Jika aku Gubernur Riau…..
“Memberikan Kesejahteraan”??….., itu sudah pasti, dan itu juga janji-janji para pendahulu ku yang hingga sekarang belum juga terealisasi. Jadi Tidak perlu lagi ku obral dalam kampanye dan janji-janji manis ku. Provinsi Riau yang dikenal sebagai salah satu provinsi paling kaya akan sumber daya alam di Indonesia tentu saja cara yang sangat mudah bagi Riau untuk mensejahterakan rakyatnya namun hal itu bertolak belakng dari keadaan yang sebenarnya, jika aku bias menganalogikan penduduk Riau itu ibarat seekor ayam yang hidup di lumbung padi namun kurus karena lapar. Padahal Riau dinilai sebagai salah satu provinsi kaya di Indonesia. Akan tetapi, kekayaan sumber daya alam di satu sisi, dan kekuasaan yang besar yang digenggam oleh para “penguasa daerah” Mereka tidak pernah mencicipi kesejahteraan di negeri mereka sendiri. jumlah penduduk miskin di Riau sekitar 1.008.144 jiwa (22,19 persen), tersebar di 9 kabupaten dan 2 kota, dengan proporsi paling rendah di Kota Pekanbaru (10,91 persen, sama dengan 76.841 jiwa), sedangkan tertinggi di Kabupaten Indragiri Hilir (31, 95 persen, sama dengan 199.497 jiwa). Dari segi kualitas sumber daya manusia, di Riau pada tahun 2005 masih terdapat penduduk buta aksara (usia 10-45 tahun) sejumlah 150.364 jiwa. Wow… tentu saja angka-angka diatas merupakan jumlah yang fantastis (tapi kenapa masih ada juga ya yang mau berjanji akan mensejahterakan rakyat di setiap aksi kampanye??)hm… dan tentu jugaTentang pendidikan gratis dan rumah sakit gratis, ini memang sudah menjadi kewajiban siapapun yang akan memimpin. Sebab itu sudah termaktub dalam amanah pembukaan UUD 1945. Itu tidak perlu Ku tulis besar-besar di baliho ataupun , toh aku juga ragu apa akan terrealisasi..memasang spanduk besar di jalan-jalan besar agar memperoleh simpati masyarakat keli ye.., dan terkesan mengobral janji. Semua itu sudah pasti. Betapa tidak, sumber daya alam kita cukup melimpah. Bukankah negeri kita sangat kaya akan minyaknya,. Semua sumber daya alam melimpah itu seharusnya sanggup menjadi uang yang bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat yang salah satu bentuk kongkritnya adalah tersedianya pendidikan dan layanan kesehatan cuma-cuma .Tentu duit itu, tidak untuk berfoya-foya, disamping untuk menambah cadangan APBD kita juga untuk penyediaan fasilitas.
Semua itu, akan aku gunakan untuk mensejahterakan rakyat yang aku pimpin.. Tentang memberantas korupsi, itu sudah menjadi dead line pemerintahan aku sepuluh hari setelah aku dilantik. Korupsi dan koruptor akan aku babat habis sampai ke akar-akarnya. Betapa tidak, uang negara yang dikorup jumlahnya sangat fantastis. Jumlahnya melebihi dari cukup untuk mensejahterakan rakyat.
Andai aku gubernur Riau…..
Selain itu, aku tentunya harus mempersiapkan agar rakyat siap untuk dipimpin. Yang pasti, Aku tidak bisa berbuat banyak jika rakyat tidak siap diatur dan diarahkan. Mereka harus turut berpartisipasi dan bentuk partisipasi mereka yang paling sederhana adalah mentaati pemimpinnya. Seperti aku katakan di awal tadi, Aku akan membimbing rakyat menjadi masyarakat yang religius agamis yang takut hanya pada Allah. Karena itu aku akan mempersiapkan semacam infrastruktur ruhani agar mereka siap untuk diatur sesuai dengan tuntunan Allah dan RasulNya. Ini sangat muhim, sabab jika Aku mengajak mereka untuk mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan tuntunan agama, maka dengan mudah mereka menjalankannya, tanpa harus menakut-nakuti dengan 1001 cara. Jangan lupa, banyak pemimpin yang gagal memimpin rakyatnya sebab ketaatan rakyat hanya keterpaksaan. Begitu sang pemimpin lengser, program-programnya akan dilupakan bahkan diabaikan.
miris rasanya hati ini ketika harus melihat perubahan yang tak diinginkan yang terjadi pada negeri ini, negeri bertuah yang dulunya pernah menjadi pusat peradaban dan kebudayaan Islam, kini tenggelam entah berantah. Kekayaan alam yang menjanjikan rupanya belum bisa mengusir kemelaratan dan kemiskinan yang melilit tanah melayu.ada apa gerangan dengan negeri ini? jauh sepuluh tahun yang lalu ketika ku masih berumur belasan trerdapat kesejukan ruhiyah yang kurasakan pada aura negeri ini, kemana hilangnya kesejukan itu?? Apakah telah tertutupi oleh kabut pekat perubahan??? Entahlah….andai saja ku masih bisa bernandai-andai, maka aku akan mencoba untuk menjadi pemimpin negeri ini aku akan sanggup melawan arus perubahan ini akhak dan kesejahteraan yang saat ini masih membelit Riau ini, tak sanggup ku bayangkan lagi jika hal ini terus terjadi maka suatu saat nanti tentu saja akhlak kita tak jauh berbeda dengan

@putraadventure
*Nominasi Minda Creative Centre

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s