Ternyata Hidup Ini Bermakna

daki col

Beramallah untuk duniamu seolah-olah engkau akan hidup selamanya, dan beramalllah untuk akhiratmu seolah-olah engaku akan mati esok hari” Sebuah kata bijak yang sering didkawahkan untuk memaksimalkan nilai dan kualitas hidup kita. Mencari dan berusaha agar kesempatan hidup yang diberikan dunia ini memberikan laba untuk kehidupan dunia dan akhirat yang diyakini dengan kehidupan yang kekal dan abadi
Ada sebuah kisah yang ditulis dalam buku kisah karangan Jarot Wijanarko tentang memaksimalkan kulitas hidup. Dalam ceritanya dijelaskan bahwa ada seorang pria yang sudah bosan hidup dengan beragam sebab, antara lain karena usaha yang hancur, keluarga tidak harmonis dan suasana lingkungan yang tidak bersahabat. Lalu pria ini mendatangi seorang master. Dalam keluhannya pria tersebut mejelaskan kalau ia bukan sakit, namun ia hanya jenuh dengan hidupnya.
Mendangar keteguhan hati si pria untuk mengakhiri hidupnya, lalu sang master memberikan satu botol obat, syaratnya setengah botol pertama harus diminum malam ini, setengah botol nya lagi diminum besok sorenya dan malamnya kamu akan mati kata sang master. Dikarenakan si pria sudah konsisten untuk menjemput kematiannya maka dia mengikuti syarat dari sang master. Dalam benaknya, karena besok malam ia akan mati, maka malam ini ia harus makan malam bersama keluarganya untuk menikmati indahnya kebersamaan, setelah ia teguk setengah botolnya, lalu iapun makan malam bersama keluarganya. Sesuatu yang sudah beberapa tahun terakhir ini tidak dilakukan keluarganya.
Sambil makan ia bersenda gurau bercanda begitu harmonisnya. Hal ini dilakukannya karena ia ingin meninggalkan kenangan manis dengan keluarganya. Dengan fikiran untuk meninggalkan kenangan manis dalam hidup terakhirnya, iapun bangun pagi dan membuka jendela serta merasakan tiupan angin yang begitu menyegarkan, iapun berkeinginan untuk jalan pagi, setelah pulang ia melihat isterinya yang belum bangun tidur, maka ia pun membuat secangkir kopi untuk isterinya. Sang iseripun merasa aneh dan akhirnya sang isteripun meminta maaf kepada suaminya atas perlakuannya selama ini. Sungguh keadaan indah yang dirasakannya menjelang kematiannya.
Di kantor, ia menyapa setiap orang, mengucap salam dan berkomunikasi dengan sangat santun, sehingga teman-teman kantornya pun heran melihat sikapnya, akhirnya temna-teman sekantornya yang tiba-tiba cuek menjadi perhatian dan lembut kepadanya. Hingga sore harinya waktu untuk meneguk setengah isi botol obat tadi, iapun menjadi bimbang sebab keadaan sekelilingnya berubah, dan iapun merasakan suasana baru yang sungguh mengistimewakannya, ditambah sepulang kantor ia langsung disambut isterinya dengan sangat mesra.
Ditengah keraguannya, iapun kembali mendatangi sang master dan bermaksud menanyakan perihal keinginanya untuk mati. Sesampainya disana sang master langsung berkata” Sudah kuduga kedatanganmu, bagaiman sudah siapkah engaku untuk mati….?” Lalu sipria meceritakan perihal penyesalannya, namun ia sudah meneguk setengah botol itu, isinya hanya air biasa, sekarang kau sudah sembuh..” akhirnya sipria pulang dengan perasaan gembira ternyata dia bukan meneguk racun.
Kisah ini sesungguhnya memberikan gambaran bahwa sesungguhnya hidup ini begitu bermakna jika dijalani dan dinikmati dengan maksimal, nilai hidupnya jika dia akan tahu seberapa lama lagi kesempatan yang masih tersisa dalam hidupnya namun, Allah Tidak pernah memberi tahu perihal kapan seoarang hamba menjemput ajalnya.
Dalam Islam juga diajarkan tentang memaksimalkan kualitas hidup . jangan sampai hidup yang singkat memberikan beban bagi kehidupan di akhirat nantinya karena Allah tidak pernah memberi beban kepada hambanya jika beban itu tidak mampu dipikul dan diselesaikan oleh hambanya. Hal ini dijelaskan Allah didalam Al-Qur’an Allah tidak akan membebani seseorang hamba melainkan sesuai dengan batas kemampuannya, ia akan mendapat pahala atas kebaikan yang ia lakukan , dan ia akan mendapat dosa atas kesalahan yang ia kerjakan”.
Manusia dan motivasi hidupnya sesungguhnya umat Islam sangat sering mengulang-ngulang apa sebenarnya yang menjadi tujuan hidupnya, seperti apa yang ditegaskan Allah: sesungguhnya Sahlatku ibadahku, hidupku dan matiku semua hanya milik Allah SWT ”. Sebuah janji yang harus menjadi motivasi dan tujuan dalam hidup. Menjadikan hidup menjadi ibadah yang nantinya akan dinilai oleh Allah.
Jika motivasi ini sudah disadari secara utuh oleh umat Islam, maka tidak ada lagi yang akan merasa bahwa hidupnya adalah beban, kelahirannya adalah sebuah kesalahan dan merasa ada ketidakadilan tuhan dalam memperlakukan seluruh hambanya.
Dalam Islam, ukuran sebuah kebahagiaan hidup adalah jika seluruh waktu dalam hidupnya adalah bernilai ibadah dan ketaatan serta kecintaan kepada Allah. Rasa kepatuhannya kepada hukum dan aturan Allah itulah yang nantinya akan menjaganya dari sesuatu yang dilarang Allah, maka jangan pernah mengukur sebuah kebahagiaan hanya dengan materialisme, jabatan, fasilitas kemewahan dan semacamnya. Itu hanyalah kendaraan seorang hamba untuk membuktikan kecintaan, kepatuhan dan ketaatannya kepada Allah.
Semua memiliki satu tujuan yang sama, walaupun dengan kendaraan yang berbeda, maka nikmatilah perbedaan kendaraan itu untuk benar-benar berusaha sampai tujuan yang ditentukan Allah. Apa gunanya memiliki fasilitas dan kemewahan duniawi namun tetap saja salah dalam menempuh jalan keislaman yang ditentukan Allah.
Oleh karenanya, hidup ini adalah sebuah pilihan, maka pilihlah jalan dan tujuan yang memang benar dan sesuai dengan tuntunan keislaman. Kesempatan hidup ini terlalu indah dan terlalu bermakna jika hanya disia-siakan dengan sesuatu yang tak bermakna , mari gunakan sehat sebelum sakit, senang sebelum susah, dan hidup sebelum mati. Semoga Allah tetap memberikan petunjuk bagi kita semua untuk hidup yang lebih bermakna.
Terus berjuang dijalan Allah dengan mengeluarkan semua kemampuan yang kita miliki, jangan pernah berhenti sampai disini, hingga akhirnya perjuangan itu berbuah manis.
@putraadventure

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s