Ketik Rindu Membentur Batu

lihatlah dedaunan kering
yang berterbangan bersama debu-debu di jalanan
yang hinggap dan menempel di setiap sudut dinding-dinding kota ini
yang kemudian berkarat, melekat,
dan menyubur, menjadi lumut hitam dan memekat
lalu, dalam nyanyian malam-malam yang gelap,
tergoreslah sajak-sajak penuh duka, penuh petaka
tentang cerita-cerita yang ciptakan laksa sedanau air mata

sekarang
cobalah kau susuri dinding-dinding yang merambat itu
tapaki setiap lorong-lorong pengapnya,
yang penuh dengan lendar-lendir luka yang telah membatu
rasakan aroma rindu kematian dalam desir darahmu
ikuti semua arus desirnya yang mengalir
anggap saja kau sedang mengayuh perahu di sungai yang jernih
kayuh, hingga jauh
lalui kumpulan rusa yang sedang sibuk menunduk
masuk, hingga menusuk
bahkan hingga ke halaman gubuk-gubuk yang meredup

dan kala itu,
jika mukena mu jatuh melingkar di kaki
bisikan-bisikan iblis-pun mulai masuk ke telinga
menusuk hingga menembus rongga dada

maka…
siapkah dirimu melontar kerikil-kerikil jumrah,
bersama dengan gumpalan-gumpalan darah?

maka…
siapkah jiwa mu untuk tak menjerit dan menangis,
di hari tasyriq yang maha terik?

oh.. dinda
kumohon, menjauhlah kau dari dinding-dinding itu
genggamlah tongkat-tongkat iman dalam suram cahaya lilin
agar kau mampu berdiri di antara dinding-dinding yang licin

dan sekarang
apakah kau mengetahui dimana keberadaanku?
lihatlah ke seberang,
aku ada dalam sebuah gubuk yang hampir tumbang
yang bingung terbelenggu beku duduk tercengang

namun, dalam beku dan cengang
aku masih bisa teteskan sunging senyuman
meski kadang ragu datang tanpa sapaan
hingga munculkan tanya dalam hati nan pilu,
akankah kita satu menyatu?
jika dinding-dinding berlumut pekat itu masih membatu?

kumohon
meski sulit
bukalah semua lilit
agar simpul-simpul ini segera terlepas
lepas bebas dari semua rasa yang kian menjerit

oh…
betapa lelahnya aku
telah kulayari selat dari teluk ke teluk
mencari pepulau hijau untuk berteduh
tubuhku kumuh
bajuku lusuh
namun yang kutemui hanya dinding angkuh yang membatu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s