Epilog Cinta

image

Ketika seseorang selalu terbayang di pikiranmu, saat itu kamu menyadari bahwa kamu sedang jatuh cinta, tak terelakkan memang,apa daya semua orang juga merasakannya terlebih disaat kita remaja, normal memang, bukankah cinta itu anugerah?.dan yang terpenting adalah bagaimana menjadikan anugerah itu tetap anugerah, bukan merusaknya dengan melanggar agama, jadi harus bagaimana?… Tanya pada hatimu ada tiga pilihan yang harus engkau pilih, Nikahi, Jauhi atau memantaskan diri, mungkin secara meteri kita sudah mandiri tetapi pantaskah engkau berdampingan dengan seseorang yang ilmu agamanya jauuuuuh di atas engkau? Pastilah belum mampu untuk saat ini, namun jangan khawatir ada Allah tempat mengadu, minta sama yang punya.. ya Allah rabbul izzati..nah untuk sekarang harus menahan diri sekaligus memperbaiki,agar saatnya nanti kita sudah mampu untuk mengimami, puasa jangan lupa dirutini agar nafsu bisa berkurang.

Nah pastilah semakin engkau mencoba untuk menjauh pesonanya yang menawan bahkan melupakannya menambah keingin tahuanmu?..lebih baik menerima dan mendekapnya dalam doa dan minta sama yang punya, tugasmu adalah teruuus untuk memperbaiki diri, menyibukkan dan membunuh waktu hingga saat yang tepat telah tiba, mungkin itu hal yang lebih bijak daripada memaksakan kehendak yang bisa jadi hanya akan menyakiti.

Dan jika waktunya telah tiba kembalilah menjemput sayapmu, kali ini dengan kesiapan yang berbeda, ya saat itu engkau memang sudah siap!!semoga.. tapi apa daya jika yang engkau terima justeru sebaliknya sebuah undangan berpita merah jambu darinya?…ya dalam waktu dekat dia akan dipersunting oleh seseorang, lalu apa gunanya engkau mempesiapkan dengan sepenuh hati, memantaskan diri, dan mencantumkan namanya disetiap doa yang engkau panjati?..di setiap iringan langkah yang engkau jalani..

Kenapa ya Rabbi?..ini pasti bukan seperti yang engkau kehendaki, bahkan kegalauanmu yang membuat hati teriris tidak bisa menerima sebutir mutiara apapun yang tersampaikan oleh dirimu yang memberontak menolak takdir yang tak berpihak, lalu engkau bertanya kepada sang pemilik hati, sekarang kemana langkah yang akan engkau jalani, bukankah KAU sebaik-baik perencana?

Dan dari sinilah engkau mengerti kenapa sang pemilik hati melarangmu untuk mengenalnya lebih dekat lewat jalur yang tidak pernah bisa dibenarkan

Ketika kita belum bisa bersatu karena kehendakNYA, setidaknya tidak ada hubungan diantara kita, tidak ada yang tersakiti , tidak ada yang saling terbebani, ikhlaslah menerima rencanaNya, kerena rencana kedepan telah dipersiapkan untukmu yang harus engkau genggam dengan menerima segala takdir yang telah tertulis.

Kau harus bisa bisa berlapang , kau harus bisa bisa ambil hikmahnya, karena semua semua tak lagi sama (SO7)

Karena cinta itu bukan sekedar mencari bahagia, lebih dari itu, ingin merajut jembatan surga dengannya, bukankah cinta itu ditumbuhkan?.dan bukankah sebaik-baik rencana adalah dariNYA?..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s