Salah Masuk Pesta

image

setelah sabtu sore menjadi hal yang sangat melelahkan karena sekembalinya saya dari kampong halaman menggunkan sepeda motor, minggu siangnya saya langsung menghadiri pesta pernikahan salah satu pendiri blogger bertuah bang Ais yang berlokasi di jalan Tanjung rhu pekanbaru,baru kali ini saya melihat ada dua pesta pernikahan dalam satu jalan yang ditutup awalnya saya memasuki pesta pernikahan yang salah namun hampir saja saya malu dan memastikan bahwa ini bukan pesta pernikahan bang Ais, karena saya paham betul bahwa bang Ais adalah orang melayu Asli dari senapelan, dan bapaknya juga merupakan salah satu petinggi di Lembaga Adat Melayu Riau, melihat tenda pernikahan yang bernuansa Minang dan penyanyi yang menyanyikan lagu minang bisa dipastikan ini bukan pesta bang ais, alhasil saya sedikit malu mohon pamit untuk langsung bergegas menuju pesta yang bertenda kuning dengan Suasana melayu yang sangat kental, penyanyi pun menyanyikan lagu melayu dan dendang melayu secara mendayu-dayu, suasana melayu yang sangat asripun saya temukan dari masakan yang mereka suguhkan, ada acar nenas, asam pedas patin, saos kulit ayam, roti jala dan banyak yang lain yang membuat saya bingung seperti lontong kering yang ditaburi dengan kacang yang ditumbuk, apalah-apalah, ini pengalaman pertama saya menghadiri pesta orang melayu, dan sangat unil menurut saya karena budaya yang mengakar dari tradisi masyarakat sekitar.

namun bukan ini yang membuat saya gatal menulis pengelaman pesta ini di blog namun cerita paling konyol yang pernah saya dengar, yakni salah seorang anggota Komunitas Blogger Bertuah bercerita bahwa dia masuk pesta yang salah bahkan dengan asyiknya dia makan makanan pesta dengan lahapnya bersama isteri dan anaknya, setelah melahap habis barulah dia sadar bahwa dia masuk pesta yang salah, namun untuk menutupi rasa malunya dia bercerita bahwa dia berfoto bersama mempelai dan dengan tampang sok kenal mengucapkan bahagia, walhasil dia langsung terbuiru-buru kabur meninggalkan pesta dan langsung menuju pesta bang ais, memang benarlah kata orang jika lapar dunia pun tak tampak, namun jika sudah kenyang baru terlihat isi dunia,

well apapun itu memang menarik untuk dibahas di blog ini, sehingga mengingatkan saya sebuah skripsi salah seorang teman saya yang mengangkat masalah “hukum pemakaian jalan dengan pesta yang berdekatan studi kasus masyarakat kota pekanbaru” dapat dikjelaskan saja sangat wajar dan masyarakat sekitar harus berlapang dada dan menganggap pesta tersebut juga bagian dari kebahagiaan mereka, namun yang harus digaris bawahi peran serta tetua daerah setempat dalam menjadwalkan pesta tersebut agar tidak terjadi pelangsungan pesta secara bersamaan dalam satu jalan, dikhawatirkan akan menimbulkan pergesekan baik itu macet yang berlipat, dan keselahpahaman yang terjadi oleh teman saya ini, saya pernah menanyakan hal ini kepada Prof.Arif dari Iraq dosen saya ketika di pasca yang jug merupakan guru besar IIU Malaysia, beliau menjawab wajar saja dan sah-sah saja mengadakan pesta dengan jarak yang berdekatan akan tetapi perlu digaris bawahi semua waktu diciptakan Allah baik, tidak ada salah nya salah satu pihak mengalah mengganti pesta pernikahan dengan hari yang lain agar kebahagiaan masyarakat setempat juga bisa di bagi secara bersama-sama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s