Balada Tua Dalam Sekeping Cerita

image

Untukmu yang tak pernah diharap hadir..kenapa datang menyapa kembali?..

Aku bermanja melihat langit senja di pantai kota yang sudah sembilan tahun ini kutinggali. Kau terlintas dalam anganku ketika ku mencoba menyusun kembali puzzle cerita remaja yang ingin ku rangkai dalam sebuah reuni..engkau yang jauh disana yg tak sanggup ku genggam ingin kucoba menyandingkan hatimu pada hatiku, namun nyatanya tak ada ikatan halal diantara kita. Aku tidak takut bila suatu saat hadirmu mampu membuatku kehilanganmu, karena Allah SWT sudah memberi takdir yang pasti untukmu dan untukku. Kepergianmu yang sekarang meramu rasa pedih, akibat diriku yang menolakmu.Menolak? kenapa kutolak?Kau sudah membuatku tidak suka padamu. Kadar rasa ini menipis ketika kau bilang padaku bahwa kau ingin aku menjadi pacarmu.

Untukmu yang tak pernah diharap hadir..kenapa datang menyapa kembali?..

Sejujurnya ada desiran lain saat kau berkata demikian, kau yg kukenal elok pujaan bunga di sekolah ketika itu. Dengan wajah oriental tionghoa mu berbalut jilbab membuat siapapun takluk akan senyummu..tapi maaf karena bagiku rasa yg kau utarkan tak lebih hanya sebuah cobaan untukku dan kukubur desiran itu dalam-dalam. Saat kerlingan bola matamu memberi sebuah jawaban bahwa kau hanya mencari cinta dan tidak ingin menumbuhkan cinta. Aku yang mengenalmu, kini tak lagi mengenalmu, karena kenyataannya kau tidak berteguh pada prinsipmu yang dulu sempat kau ceritakan.Prinsip?engkau berkata bahwa akan tetap teguh dengan prinsipmu tanpa pacaran. Aku masih mengingat disaat engkau menceritakan bahwa engkau baru saja menolak cinta ketua paskibraka yg menjadi idola wanita disekolah pada waktu itu. Dan juga aku masih ingat ketika engkau bercerita disaat kita masih sama2 membangun dakwah disekolah.disudut tabir engkau tersenyum elok ketika kita berpapasan entah tanpa sengaja bertemu diperpustakaan sekolah..ku hanya bisa tertunduk tanpa berani melihatmu..hanya berani mendengar suaramu disaat engkau bertanya tentang agenda rihlah kita ke pantai padang..

Untukmu yang tak pernah diharap hadir..kenapa datang menyapa kembali?..

Namun semua kini telah berubah kini engkau telah mengingkari prinsipmu sendiri. Pacaran dengan orang lain sebelum memiliki rasa padaku, lalu setelah sekian lama tanpa kabar semenjak perpisahan sekolah dulu, kini ku menyapamu dengan rasa yang berbeda kau datang padaku hanya sekedar untuk reuni sekian lama tak berjumpa, ya..kita hanya sekedar reuni biasa dengan senyum yg terbata di sudut kota..namun kau meminta solusi akan permasalahan dalam hubunganmu. Aku sudah memberi solusi yang baik tanpa harus menyakiti hatimu, akhirnya kau putus. Aku bernafas lega, bukan berarti aku bahagia kau putus dengan kekasihmu. Aku bernafas lega karena kau tidak meneruskan cinta yang salah.

Untukmu yang tak pernah diharap hadir..kenapa datang menyapa kembali?..

 Langit senja di pantai kota nan riuh setelah sekian lama tak menapak kaki di kampung halaman kini menjadi ceria dengan lengkung senyummu,kulihat air matamu yang jernih mengalir disela sela pipimu yang tirus, berkali kali aku melihatmu menyekanya dengan tisu putih yang mulai melembab basah.hingga engkau memberi sebuah kode kecil kepadaku untuk mencarikan cinta yang halal kepadamu..semoga bahagia mu tercipta dalam bingkai cerita yang sedang ditulis indah oleh sang pencipta…terima kasih sudah menemaniku dalam menulis kisah hidupku. Aku berdoa semoga kau yang di sana menjadi lebih baik lagi di saat kita bertemu. Tak apa kau lupa akan rasamu padaku yang sempat kau utarakan, asalkan kau tidak lagi menjalani cinta yang salah.Senja pun menghapus langit indahnya menjadi gelap.

Untukmu yang tak pernah diharap hadir..kenapa datang menyapa kembali?..

Semoga engkau bahagia dengan takdirmu saat ini M.D.M

Xie xie hedai CeCe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s