Kenapa Harus Sendiri.Jika Berjuang Bersama Jauh Lebih Indah?

image

Siapa sangka Pertemuan di sebuah wadah perjuangan ini jadi awal semua cerita kita. Kamu ternyata merupakan sosok anak pertama seperti halnya aku yang di punggungnya sudah disematkan sebuah tanggungjawab. Orang tua kita bahkan percaya kalau kita bisa mengurus adik-adik kita. Tidak mudah memang belajar sebuah tanggungjawab. Tapi sejauh ini aku dan kamu mampu memikulnya. Terbukti soal tanggung jawab pada pekerjaan pun selalu bisa kita pegang.

Jarang memang kita punya waktu bertatap muka meski hanya sekedar menyapa. Namun hanya dengn sebuah layar smartphone yang tua..kita saling menguatkan dalam tot keyboard yang senada.. Tapi saat kesempatan itu ada obrolan kita tak pernah lepas dari keluarga. Apalagi saat bercerita tentang keluarga kita..engkau menohok membuktikan kedunia bahwa engkau memiliki keluarga terhebat sedunia apalagi jika engkau bercerita tentang ayahmu yang istimewa

Masih ku ingat ketika engkau bertanya tentang jumlah saudaraku..aku tak menjawab hanya menyiratkan simbol lima jari dalam permainan kata kita…
Seperti spechless kamu menjawab “wah rame ya..pasti seru banget kalo semua pada kumpul”. Dan aku pun sedikit terkejut dengan penuturan kamu. Tapi aku senang karena kita bisa saling sharing tentang keluarga.

Kehidupan kadang kali menghilangkan semangat seseorang untuk terus berjalan dan berusaha. Tapi, misi hidup kita untuk membahagiakan keluarga terlalu besar untuk dikalahkan dengan keadaan

Kita memang punya rasa empati yang tinggi, tapi sadar juga kan kalau kita tidak peduli dengan diri sendiri terutama tentang perasaan.Entah sejak kapan hati ini mulai tertarik sama kamu. Mengetahui lebih banyak tentang kamu semakin membuat aku semakin masuk ke dalam hati kamu dan ingin terus bersama.

Banyak kesamaan di antara kita yang tanpa sadar membuat aku berharap kamu adalah belahan jiwa di masa depan nanti. Kamu bahkan sudah jadi bagian doa dari setiap sujudku. Dulu aku sempat tidak mempercayai perasaanku ini, aku tidak yakin apakah kita memiliki perasaan yang sama.

Tapi waktu yang akhirnya menyakinkan aku kalau kamu layak aku perjuangkan. Sementara, entah kamu tahu atau pura-pura tidak ingin tahu. Kamu memilih bersikap dingin sekalipun aku sudah mencoba memberi sinyalnya. Aku pun sadar alasannya, untuk kamu perasaan suka itu bukanlah prioritas karena tanggung jawab itu masih banyak.

Kita sangat keras kepala. Kamu pura-pura mengabaikan aku, tapi aku akan terus meperrjuangkan hati kamu. Karena seperti halnya filosofi sang pendaki aku ingin mendaki sampai ke puncak bersama kamu bukan hanya menunggumu dipuncak.

Ini yang terakhir kamu harus tahu, tidak ada alasan khusus aku menyukai kamu. Secara harfiah inilah rasa sayang yang munculnya tidak bisa diprediksi. Kamu yang begitu sederhana akan membuat aku merasa spesial jika kamu bisa memilih aku sebagai teman berjuang kamu, partner hidup kamu dan sahabat kamu sampai akhir hayat.

Aku mohon jangan pernah ragu untuk berjuang bersama-sama. Dari pada kita berjuang sendiri, rasanya berjuang berdua akan lebih indah karena akan banyak yang bisa kita lakukan berdua dengan kesamaan kita ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s