Sendu Melagu

image

Seperti sebuah pertunjukan gambar hidup,

kenangan itu datang menyusup, dan melukiskan kembali saat-saat semanis sirup,
Dengan keharuan memadat di rongga dada,

Di satu lepas maghrib aku rindu
Pada saudaraku
Ku kirim pesan kepadanya
“Akhi,adakah tersisa kata untukku hari ini?”

Dia menjawab, “doakan aku akh..”
Ku jawab, selalu akhi..insya Allah adakah engkaupun mendoakan kami?”

“insya Allah,”jawabnya lagi.

Aku tersadar telah melupakan sesuatu.
Lalu bertanya lagi..
“Adakah pinta khususmu?”
Yang kau ingin kami memohonkannya pada Allah untukmu?”
Agak lama ia menjawab tanya kali ini.

Lalu setelah isya tertunaikan
“Lembutkan hatiku.ampuni dosaku.perbaiki amalku.
Aku merasa hati ini keras..keras sekali.

dan menjamah kembali segala yang pemah ada,

yang kini telah beku membatu di pojok nostalgia,

pun bahkan saat-saat yang digetirkan duka nestapa,

kini tak lagi menimbulkan perasaan putus asa,

tak lagi menyengsarakan rasa tak berdaya,

tapi justru menggenapi kebahagiaan cinta,

yang pernah dijanjikan harapan dan cita-cita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s