Cinta Di Bias Suara

image

Siapa menduga, ada cinta tumbuh di senyap suara. Ia memberi warna pada mata. Membawa hujan dan menuliskan puisi bagi setiap butir pasir yang mendesir. Ia bahkan memindahkan bayangan rumah dari rasi milikku, menuju galaksi tempat ribuan bintang melayang.
Cinta, takkan pernah habis untuk membahasnya.

Cinta memang selalu menarik untuk diurai dalam kata. Dan ini adalah tulisan tentang jodoh dan jatuh cinta, dua hal yang berkaitan atau sering dikait-kaitkan.

Selama ini kita memahami bahwa jatuh cinta adalah fitrah setiap insan. Memiliki kecendrungan terhadap seseorang pun wajar karena Yang Maha Menciptakan Hati ini menanamkan dalam setiap dada hamba-NYA rasa kasih dan sayang terhadap siapapun, sesama manusia, tumbuhan, bahkan hewan.

Jatuh cinta memang wajar, tetapi rasa itu bisa menjadi salah ketika kita tidak bisa mengatur hati kita, menggantungkan harapan tinggi pada orang yang membuat kita jatuh cinta padanya, dan bahkan mampu memalingkan kita dari cinta sejati, cinta yang hakiki, cinta kepada Alloh, Sang Maha Cinta.

Nah, di sinilah pentingnya menjaga hati, menjaga diri. Yaah, seperti sepenggal kalimat dalam sebuah lagu, “Hati-hati menjaga hati”. Selama ini, pemahaman saya tentang jatuh cinta sebagai sesuatu yang wajar adalah salah, apalagi kalau sampai mengumbar-umbar perasaan itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s